Rezeki itu dijemput bukan dicari
Rezeki harus dijemput, bukan dicari. Ertinya, sebenarnya Allah SWT telah menempatkan rezeki hamba-Nya pada suatu tempat yang sebenarnya pun telah diketahui oleh hamba-Nya.
Tidak perlu bingung untuk mencari kemana dan di mana Allah SWT meletakkannya, tetapi cukup hanya membuat berbagai persiapan untuk menjemput rezeki tersebut. Kita tidak perlu khawatir, cemas, gundah gulana karena takut tidak memperoleh rezeki. Atau sebaliknya, tak perlu kita memaksakan diri untuk memperoleh rezeki sebanyak-banyaknya hingga melupakan hal-hal yang penting dalam hidup kita. Karena semua itu telah diatur oleh Allah SWT.
Yang terpenting yang harus dilakukan adalah upaya maksimal untuk memberikan yang terbaik dari seluruh yang kita miliki dan ketahui demi memperoleh rezeki tersebut (profesional). Tidak cukup hanya itu, konsistensi terhadap keyakinan yang mantap kepada Allah SWT (tawakkal), bahwa Allah pasti memberikan rezeki bagi kita adalah sangat penting demi menjaga kita dari keputusasaan, sehingga melakukan jalan pintas yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Sesungguhnya Allah SWT menjamin seluruh rezeki makhluk-Nya. Mulai dari yang melata hingga manusia yang sempurna. Masihkah kita tidak yakin pada jaminan rezeki dari Allah? Apakah kita tidak lebih baik dari seekor semut di atas dalam hal ketaqwaan dan profesionalisme? Semua tergantung dari kemampuan dan kemauan kita dalam membaca tanda-tanda adanya rezeki yang dibebankan Allah SWT. Selain gigih berikhtiar mencari rezeki kita juga harus melakukan amalan yang disukai Allah.
Allah menetapkan wadah yang sangat tepat untuk itu yaitu sholat dhuha. Sholat Dhuha merupakan sholat pembuka pintu rezeki. Membaguskan sholat dan memperbanyak amalan sholat sunat , memperbanyak istighfar , silaturahmi dan sedekah juga membantu membuka pintu rezeki.
Allahummarzuqnaa rizqaan halaalaan thoyyibaan mubaarakan wa akfinaa bihalaalika ’an haraamika. Amin Ya Rabbal ’Alamin.(Ya Allah berikanlah kami rezeki yang halal lagi baik dan memperoleh keberkahan dan cukupkanlah kami dengan yang halal dan lindungilah kami dari yang haram).
Wallahu’alam bishshawwab.
Tidak perlu bingung untuk mencari kemana dan di mana Allah SWT meletakkannya, tetapi cukup hanya membuat berbagai persiapan untuk menjemput rezeki tersebut. Kita tidak perlu khawatir, cemas, gundah gulana karena takut tidak memperoleh rezeki. Atau sebaliknya, tak perlu kita memaksakan diri untuk memperoleh rezeki sebanyak-banyaknya hingga melupakan hal-hal yang penting dalam hidup kita. Karena semua itu telah diatur oleh Allah SWT.
Yang terpenting yang harus dilakukan adalah upaya maksimal untuk memberikan yang terbaik dari seluruh yang kita miliki dan ketahui demi memperoleh rezeki tersebut (profesional). Tidak cukup hanya itu, konsistensi terhadap keyakinan yang mantap kepada Allah SWT (tawakkal), bahwa Allah pasti memberikan rezeki bagi kita adalah sangat penting demi menjaga kita dari keputusasaan, sehingga melakukan jalan pintas yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Sesungguhnya Allah SWT menjamin seluruh rezeki makhluk-Nya. Mulai dari yang melata hingga manusia yang sempurna. Masihkah kita tidak yakin pada jaminan rezeki dari Allah? Apakah kita tidak lebih baik dari seekor semut di atas dalam hal ketaqwaan dan profesionalisme? Semua tergantung dari kemampuan dan kemauan kita dalam membaca tanda-tanda adanya rezeki yang dibebankan Allah SWT. Selain gigih berikhtiar mencari rezeki kita juga harus melakukan amalan yang disukai Allah.
Allah menetapkan wadah yang sangat tepat untuk itu yaitu sholat dhuha. Sholat Dhuha merupakan sholat pembuka pintu rezeki. Membaguskan sholat dan memperbanyak amalan sholat sunat , memperbanyak istighfar , silaturahmi dan sedekah juga membantu membuka pintu rezeki.
Allahummarzuqnaa rizqaan halaalaan thoyyibaan mubaarakan wa akfinaa bihalaalika ’an haraamika. Amin Ya Rabbal ’Alamin.(Ya Allah berikanlah kami rezeki yang halal lagi baik dan memperoleh keberkahan dan cukupkanlah kami dengan yang halal dan lindungilah kami dari yang haram).
Wallahu’alam bishshawwab.
iptables options: (Linux kernel 2.4/2.6 firewall)
General /sbin/iptables format to add rules:
iptables [-t|--table table] -command [chain] [-i interface] [-p protocol] [-s address [port[:port]]] [-d address [port[:port]]] -j policy
Six pre-defined "chain" rules are available:
* INPUT
* OUTPUT
* INPUT
* FORWARD
* PREROUTING
* POSTROUTING
* User defined chains (just give it a new name instead of one of the pre-defined names)
iptables options:
--table
-t Description
filter Default table. This is used if not specified
nat Network address translation
mangle Used for Quality Of Service (QOS) and preferential treatment
raw Enables optimization. i.e. Ignore firewall state matching for port 80 for enhanced speed due to less processing. Requires kernel patch
Command
(Use one) Description
-A --append Append rule to chain
-D --delete Delete rule from chain
-I--insert Insert rule at beginning or at specified sequence number in chain.
-R --replace Replace rule
-F --flush Flush all rules
-Z --zero Zero byte counters in all chains
-L --list List all rules.
Add option --line-numbers for rule number.
-N --new-chain Create new chain
-X --delete-chain Delete user defined chain
-P --policy Set default policy for a chain
-E --rename-chain Rename a chain
Command Option Description
-s --source Source address of packet
-d
--destination Destination address of packet
-i
--in-interface Interface packet is arriving from
-o --out-interface Interface packet is going to
-p --protocol Protocol:
°tcp
--sport port[:port]
--dport port[:port]
--syn
°udp
°icmp
°mac
...
-j --jump Target to send packet to
-f --fragment Fragment matching
-c
--set-counters Set packet/byte counter
-m tcp
--match tcp °--source-port port[:port]
(port # or range #:#)
°--destination-port port[:port]
°--tcp-flags
-m state
--match state --state
°ESTABLISHED
°RELATED
°NEW
°INVALID
(Push content, not expected to recieve this packet.)
Defined Policies Description
ACCEPT Let packet through
DROP Deny packet with no reply
REJECT Deny packet and notify sender
RETURN Handled by default targets
MARK Used for error response.
Use with option --reject-with type
MASQUERADE Used with nat table and DHCP.
LOG Log to file and specify message:
°--log-level #
°--log-prefix "prefix"
°--log-tcp-sequence
°--log-tcp-options
°--log-ip-options
ULOG Log to file and specify userpace logging messages
SNAT Valid in PREROUTING chain. Used by nat.
REDIRECT Used with nat table. Output.
DNAT Valid in POSTROUTING chain. Output.
QUEUE Pass packet to userspace.
For the full info see the man page for iptables.
iptables [-t|--table table] -command [chain] [-i interface] [-p protocol] [-s address [port[:port]]] [-d address [port[:port]]] -j policy
Six pre-defined "chain" rules are available:
* INPUT
* OUTPUT
* INPUT
* FORWARD
* PREROUTING
* POSTROUTING
* User defined chains (just give it a new name instead of one of the pre-defined names)
iptables options:
--table
-t Description
filter Default table. This is used if not specified
nat Network address translation
mangle Used for Quality Of Service (QOS) and preferential treatment
raw Enables optimization. i.e. Ignore firewall state matching for port 80 for enhanced speed due to less processing. Requires kernel patch
Command
(Use one) Description
-A --append Append rule to chain
-D --delete Delete rule from chain
-I--insert Insert rule at beginning or at specified sequence number in chain.
-R --replace Replace rule
-F --flush Flush all rules
-Z --zero Zero byte counters in all chains
-L --list List all rules.
Add option --line-numbers for rule number.
-N --new-chain Create new chain
-X --delete-chain Delete user defined chain
-P --policy Set default policy for a chain
-E --rename-chain Rename a chain
Command Option Description
-s --source Source address of packet
-d
--destination Destination address of packet
-i
--in-interface Interface packet is arriving from
-o --out-interface Interface packet is going to
-p --protocol Protocol:
°tcp
--sport port[:port]
--dport port[:port]
--syn
°udp
°icmp
°mac
...
-j --jump Target to send packet to
-f --fragment Fragment matching
-c
--set-counters Set packet/byte counter
-m tcp
--match tcp °--source-port port[:port]
(port # or range #:#)
°--destination-port port[:port]
°--tcp-flags
-m state
--match state --state
°ESTABLISHED
°RELATED
°NEW
°INVALID
(Push content, not expected to recieve this packet.)
Defined Policies Description
ACCEPT Let packet through
DROP Deny packet with no reply
REJECT Deny packet and notify sender
RETURN Handled by default targets
MARK Used for error response.
Use with option --reject-with type
MASQUERADE Used with nat table and DHCP.
LOG Log to file and specify message:
°--log-level #
°--log-prefix "prefix"
°--log-tcp-sequence
°--log-tcp-options
°--log-ip-options
ULOG Log to file and specify userpace logging messages
SNAT Valid in PREROUTING chain. Used by nat.
REDIRECT Used with nat table. Output.
DNAT Valid in POSTROUTING chain. Output.
QUEUE Pass packet to userspace.
For the full info see the man page for iptables.
open port linux command
Red Hat Enterprise Linux 3 / 4 / 5 and above
=> Old Red hat Linux version
=> CentOS 4 and above
=> Fedora Linux
Open port 80
Open flle /etc/sysconfig/iptables:
# vi /etc/sysconfig/iptables
Append rule as follows:
-A RH-Firewall-1-INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
Save and close the file. Restart iptables:
# /etc/init.d/iptables restart
Open port 110
Append rule as follows:
-A RH-Firewall-1-INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 110 -j ACCEPT
Open port 143
Append rule as follows:
-A RH-Firewall-1-INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 143 -j ACCEPT
Restart iptables service
Type the following command:
# service iptables restart
Verify that port is open
Run following command:
netstat -tulpn | less
Make sure iptables is allowing port 80 / 110 / 143 connections:
iptables -L -n
Refer to iptables man page for more information about iptables usage and syntax:
man iptables
=> Old Red hat Linux version
=> CentOS 4 and above
=> Fedora Linux
Open port 80
Open flle /etc/sysconfig/iptables:
# vi /etc/sysconfig/iptables
Append rule as follows:
-A RH-Firewall-1-INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
Save and close the file. Restart iptables:
# /etc/init.d/iptables restart
Open port 110
Append rule as follows:
-A RH-Firewall-1-INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 110 -j ACCEPT
Open port 143
Append rule as follows:
-A RH-Firewall-1-INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 143 -j ACCEPT
Restart iptables service
Type the following command:
# service iptables restart
Verify that port is open
Run following command:
netstat -tulpn | less
Make sure iptables is allowing port 80 / 110 / 143 connections:
iptables -L -n
Refer to iptables man page for more information about iptables usage and syntax:
man iptables
Bagaimana tanggapan anda berkenaan ukuran kehidupan kita?
Adakah anda merasakan perjalanan hidup kita ini panjang atau pendek?
Mungkin, kebanyakan kita hanya mengetahui kependekan umur kita, hanya apabila kita dijemput pulang oleh ALLAH SWT. Tetapi, ketika kita sedang melaluinya, kita terasa seperti umur kita sangat lama dan panjang.
Sebab itu, bila kita diarahkan untuk taat kepada peraturan ISLAM, dan hidup mengikut perintah yang ALLAH telah tetapkan, kita terasa seperti hidup kita yang panjang itu telah menjadi sukar. Hal ini kerana, kita terasa seperti perlu lama duduk di bawah kongkongan.
Ya kah?
Satu hari, Dr Samirah Tohir, guru pelajaran Madkhal Ila Aqidah saya di University of Yarmouk, Jordan ada melakarkan sesuatu di atas papan putih.
Lakarannya berbentuk begini:
http://ms.langitilahi.com/hakikat-kehidupan-insan/
Perjalanan Kehidupan Insan
Hari itu, Dr Samirah Tohir telah berpesan kepada kami, ahli kelasnya, dengan satu pesan yang pada saya amat bermakna sekali. Katanya,
“ Masa kita untuk bersusah payah, beramal, tunduk taat kepada ALLAH, hanya sebentar sahaja di dunia ini. Itulah dia semasa kita berada di alam kehidupan sebagai manusia. Kemudian kita akan mati, dan melalui alam barzakh. Kehidupan di alam barzakh sudah bergantung kepada amal kita di dunia. Panjang alam barzakh tidak kita ketahui. Seterusnya Israfil akan meniupkan sangkakala kedua ketika hari kebangkitan, dan kita akan berada di hari perhitungan. Hari itu, amal kita di dunia akan diperhitungkan dengan hitungan seketat-ketatnya. Lamanya hari itu, tidak kita ketahui. Amalan kita di dunia lah yang akan menentukan sama ada kita melepasi sirat atau tidak. Jika kita melepasi titian sirat, maka kita akan ke syurga. Jika kita tidak melepasi sirat, maka kita akan ke neraka. Semuanya ketika itu adalah bergantung kepada amal kita di dunia.”
Kemudian Dr Samirah Tohir bertanya,
“ Tahukah kamu berapa lama masa kita berada di syurga dan neraka?”
Semua kami menggeleng tidak tahu.
Dr Samirah Tohir menjawab,
“ Selama-lamanya”
Akhirnya saya nampak dengan jelas. Kita ini sebenarnya, beramal sebentar sahaja. Susah payah kita taat kepada ALLAH, perjuangan kita menentang kepuasan hawa nafsu serakah shahwat, memerangi tamak haloba dan perbuatan maksiat, menghadapi kesukaran menyebarkan ISLAM dan menyampaikan kebenaran, semuanya hanya sebentar sahaja. Sekitar dalam 100 tahun sahaja.
Tetapi, kehidupan kita selepas itu, kehidupan kita di alam barzakh, kehidupan kita di Padang Mahsyar semasa hari perhitungan, dan kehidupan kita yang mempunyai dua kemungkinan tempat akhirnya yakni syurga dan neraka, semuanya bergantung kepada kehidupan kita yang dalam 100 tahun itu.
Baik kita di dunia, maka baiklah kita di akhirat.
Dibandingkan dengan tiga lagi alam yang menanti selepas alam kehidupan manusia, dengan alam yang terakhir bersifat kekal abadi, ternyata amal kita selama dalam sekitar 100 tahun itu adalah sedikit sahaja jika hendak dibandingkan dengan balasan yang akan kita dapati pada tiga alam seterusnya.
Jika kita baik di dunia, maka kehidupan kita di barzakh akan dipermudahkan. Kehidupan kita di hari kebangkitan semasa perhitungan ALLAH sedang berjalan turut akan disenangkan. Dan pengakhiran kita adalah syurga, yang kekal abadi selamanya. Semuanya dalam kesenangan dan kelapangan, dan kali ini ia berbentuk abadi, dan tidak akan dirampas pergi.
Jika kita buruk di dunia, maka kehidupan kita di barzakh akan disempitkan. Malaikat bersedia mengazab dari alam barkzakh lagi, dan dibukan pula lubang-lubang neraka memanaskan alam barzakh kita. Seterusnya, di hari perhitungan kita akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, di dalam lautan peluh dengan matahari dekat sejengkal di atas kepala. Kemudian kita akan dimasukkan ke dalam neraka, yang panasnya walau hanya terpercik kecilan apinya ke dunia, dunia akan hancur, dan di dalam neraka dasyat itu, kita akan kekal selama-lamanya di sana. Semuanya berbentuk kesusahan dan kesempitan, kesengsaraan dan kesedihan sahaja.
Bila memandang-mandang rajah yang dilakarkan oleh Dr Samirah Tohir, saya secara peribadi menjadi insaf dengan kehidupan dan pengakhiran hidup. Sebentar sahaja rupanya kita hidup. Sebentar sahaja rupanya kita beramal. Kalau hendak dikira 100 tahun, dengan kehidupan di dalam tiga alam, kemudian dengan kehidupan terakhir yang berbentuk abadi, memang boleh dikatakan bahawa 100 tahun itu teramat pendek. Kita beramal sedikit, tetapi ALLAH ternyata hendak memberikan kita banyak.
Benarlah bahawa, siapa yang berbuat kerosakan di atas muka bumi sepanjang kehidupannya, menentang agama ALLAH dan membelakangkan perintahNya sepanjang kehidupannya, maka dia benar-benar manusia bodoh yang melontarkan dirinya sendiri di dalam kerugian. Hal ini kerana, dia menganggap kehidupan pendek inilah untuk bersuka ria, dan diisi dengan dosa kebanyakannya. Ternyata, dia gembira sementara, kemudian merana selamanya. Alangkah rugi.
Melihat kependekan masa beramal ini jugalah, saya jadi teringat dengan Surah Al-‘Asr. Betapa benarnya firman ALLAH SWT di dalam surah pendek itu. Sungguh menginsafkan.
“ Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh. Yang berpesan-pesan kepada kebenaran, dan berpesan-pesan kepada kesabaran” Surah Al-‘Asr ayat 1-3.
Melihayt rajah itu kembali, membuatkan saya benar-benar terkesan dengan ayat ALLAH SWT yang saya sering ulangi, yakni Surah Ali-Imraan ayat 185,
“ Setiap yang bernyawa pasti akan merasai kematian, dan di akhirat kelak balasan kamu akan disempurnakan, barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka dia sesungguhnya telah berjaya. Sesungguhnya tiadalah dunia ini melainkan kesenangan yang menipu daya”
Bagaimana anda?
Tidakkah sedikit sahaja masa kita beramal?
Apa yang anda tunggu lagi?
Masih hendak mensia-siakan waktu?
Posted in: Diari, Tazkirah.
http://ms.langitilahi.com/hakikat-kehidupan-insan/
http://faisalmustaffa.wordpress.com/2010/03/18/kehilangan-bukan-musibah-tetapi-ujian/
http://genta-rasa.com/2010/03/29/887/#more-887
http://www.zaharuddin.net/content/view/925/72/
http://serupasekala.blogspot.com/
http://www.mymaktabaty.com/
http://ms.langitilahi.com/hakikat-kehidupan-insan/
Mungkin, kebanyakan kita hanya mengetahui kependekan umur kita, hanya apabila kita dijemput pulang oleh ALLAH SWT. Tetapi, ketika kita sedang melaluinya, kita terasa seperti umur kita sangat lama dan panjang.
Sebab itu, bila kita diarahkan untuk taat kepada peraturan ISLAM, dan hidup mengikut perintah yang ALLAH telah tetapkan, kita terasa seperti hidup kita yang panjang itu telah menjadi sukar. Hal ini kerana, kita terasa seperti perlu lama duduk di bawah kongkongan.
Ya kah?
Satu hari, Dr Samirah Tohir, guru pelajaran Madkhal Ila Aqidah saya di University of Yarmouk, Jordan ada melakarkan sesuatu di atas papan putih.
Lakarannya berbentuk begini:
http://ms.langitilahi.com/hakikat-kehidupan-insan/
Perjalanan Kehidupan Insan
Hari itu, Dr Samirah Tohir telah berpesan kepada kami, ahli kelasnya, dengan satu pesan yang pada saya amat bermakna sekali. Katanya,
“ Masa kita untuk bersusah payah, beramal, tunduk taat kepada ALLAH, hanya sebentar sahaja di dunia ini. Itulah dia semasa kita berada di alam kehidupan sebagai manusia. Kemudian kita akan mati, dan melalui alam barzakh. Kehidupan di alam barzakh sudah bergantung kepada amal kita di dunia. Panjang alam barzakh tidak kita ketahui. Seterusnya Israfil akan meniupkan sangkakala kedua ketika hari kebangkitan, dan kita akan berada di hari perhitungan. Hari itu, amal kita di dunia akan diperhitungkan dengan hitungan seketat-ketatnya. Lamanya hari itu, tidak kita ketahui. Amalan kita di dunia lah yang akan menentukan sama ada kita melepasi sirat atau tidak. Jika kita melepasi titian sirat, maka kita akan ke syurga. Jika kita tidak melepasi sirat, maka kita akan ke neraka. Semuanya ketika itu adalah bergantung kepada amal kita di dunia.”
Kemudian Dr Samirah Tohir bertanya,
“ Tahukah kamu berapa lama masa kita berada di syurga dan neraka?”
Semua kami menggeleng tidak tahu.
Dr Samirah Tohir menjawab,
“ Selama-lamanya”
Akhirnya saya nampak dengan jelas. Kita ini sebenarnya, beramal sebentar sahaja. Susah payah kita taat kepada ALLAH, perjuangan kita menentang kepuasan hawa nafsu serakah shahwat, memerangi tamak haloba dan perbuatan maksiat, menghadapi kesukaran menyebarkan ISLAM dan menyampaikan kebenaran, semuanya hanya sebentar sahaja. Sekitar dalam 100 tahun sahaja.
Tetapi, kehidupan kita selepas itu, kehidupan kita di alam barzakh, kehidupan kita di Padang Mahsyar semasa hari perhitungan, dan kehidupan kita yang mempunyai dua kemungkinan tempat akhirnya yakni syurga dan neraka, semuanya bergantung kepada kehidupan kita yang dalam 100 tahun itu.
Baik kita di dunia, maka baiklah kita di akhirat.
Dibandingkan dengan tiga lagi alam yang menanti selepas alam kehidupan manusia, dengan alam yang terakhir bersifat kekal abadi, ternyata amal kita selama dalam sekitar 100 tahun itu adalah sedikit sahaja jika hendak dibandingkan dengan balasan yang akan kita dapati pada tiga alam seterusnya.
Jika kita baik di dunia, maka kehidupan kita di barzakh akan dipermudahkan. Kehidupan kita di hari kebangkitan semasa perhitungan ALLAH sedang berjalan turut akan disenangkan. Dan pengakhiran kita adalah syurga, yang kekal abadi selamanya. Semuanya dalam kesenangan dan kelapangan, dan kali ini ia berbentuk abadi, dan tidak akan dirampas pergi.
Jika kita buruk di dunia, maka kehidupan kita di barzakh akan disempitkan. Malaikat bersedia mengazab dari alam barkzakh lagi, dan dibukan pula lubang-lubang neraka memanaskan alam barzakh kita. Seterusnya, di hari perhitungan kita akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, di dalam lautan peluh dengan matahari dekat sejengkal di atas kepala. Kemudian kita akan dimasukkan ke dalam neraka, yang panasnya walau hanya terpercik kecilan apinya ke dunia, dunia akan hancur, dan di dalam neraka dasyat itu, kita akan kekal selama-lamanya di sana. Semuanya berbentuk kesusahan dan kesempitan, kesengsaraan dan kesedihan sahaja.
Bila memandang-mandang rajah yang dilakarkan oleh Dr Samirah Tohir, saya secara peribadi menjadi insaf dengan kehidupan dan pengakhiran hidup. Sebentar sahaja rupanya kita hidup. Sebentar sahaja rupanya kita beramal. Kalau hendak dikira 100 tahun, dengan kehidupan di dalam tiga alam, kemudian dengan kehidupan terakhir yang berbentuk abadi, memang boleh dikatakan bahawa 100 tahun itu teramat pendek. Kita beramal sedikit, tetapi ALLAH ternyata hendak memberikan kita banyak.
Benarlah bahawa, siapa yang berbuat kerosakan di atas muka bumi sepanjang kehidupannya, menentang agama ALLAH dan membelakangkan perintahNya sepanjang kehidupannya, maka dia benar-benar manusia bodoh yang melontarkan dirinya sendiri di dalam kerugian. Hal ini kerana, dia menganggap kehidupan pendek inilah untuk bersuka ria, dan diisi dengan dosa kebanyakannya. Ternyata, dia gembira sementara, kemudian merana selamanya. Alangkah rugi.
Melihat kependekan masa beramal ini jugalah, saya jadi teringat dengan Surah Al-‘Asr. Betapa benarnya firman ALLAH SWT di dalam surah pendek itu. Sungguh menginsafkan.
“ Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh. Yang berpesan-pesan kepada kebenaran, dan berpesan-pesan kepada kesabaran” Surah Al-‘Asr ayat 1-3.
Melihayt rajah itu kembali, membuatkan saya benar-benar terkesan dengan ayat ALLAH SWT yang saya sering ulangi, yakni Surah Ali-Imraan ayat 185,
“ Setiap yang bernyawa pasti akan merasai kematian, dan di akhirat kelak balasan kamu akan disempurnakan, barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka dia sesungguhnya telah berjaya. Sesungguhnya tiadalah dunia ini melainkan kesenangan yang menipu daya”
Bagaimana anda?
Tidakkah sedikit sahaja masa kita beramal?
Apa yang anda tunggu lagi?
Masih hendak mensia-siakan waktu?
Posted in: Diari, Tazkirah.
http://ms.langitilahi.com/hakikat-kehidupan-insan/
http://faisalmustaffa.wordpress.com/2010/03/18/kehilangan-bukan-musibah-tetapi-ujian/
http://genta-rasa.com/2010/03/29/887/#more-887
http://www.zaharuddin.net/content/view/925/72/
http://serupasekala.blogspot.com/
http://www.mymaktabaty.com/
http://ms.langitilahi.com/hakikat-kehidupan-insan/
JANGAN MENGELUH
Kita selalu bertanya dan Al-Quran sudah menjawabnya.
KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
QURAN MENJAWAB
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” (“I am full of faith to Allah”) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.”
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3
KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
QURAN MENJAWAB
“Boleh jadi kamu membenci sesua tu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
� Surah Al-Baqarah ayat 216>
KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
QURAN MENJAWAB
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
� Surah Al-Baqarah ayat 286
KITA BERTANYA : KENAPA RASA FRUST?
QURAN MENJAWAB
“Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman.”
� Surah Al-Imran ayatt 139
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).”
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”
� Surah Al-Baqarah ayat 45
KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
QURAN MENJAWAB
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka� ??
� Surah At-Taubah ayat 111
KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
QURAN MENJAWAB
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.”
� Surah At-Taubah ayat 129<
KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT TAHAN!!!
QURAN MENJAWAB
“� ..dan jgnlah kamu berputus asaa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
� Surah Yusuf ayat 12
Masin mengeluh? � Jom pergi mengaji.
KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
QURAN MENJAWAB
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” (“I am full of faith to Allah”) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.”
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3
KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
QURAN MENJAWAB
“Boleh jadi kamu membenci sesua tu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
� Surah Al-Baqarah ayat 216>
KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
QURAN MENJAWAB
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
� Surah Al-Baqarah ayat 286
KITA BERTANYA : KENAPA RASA FRUST?
QURAN MENJAWAB
“Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman.”
� Surah Al-Imran ayatt 139
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).”
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”
� Surah Al-Baqarah ayat 45
KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
QURAN MENJAWAB
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka� ??
� Surah At-Taubah ayat 111
KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
QURAN MENJAWAB
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.”
� Surah At-Taubah ayat 129<
KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT TAHAN!!!
QURAN MENJAWAB
“� ..dan jgnlah kamu berputus asaa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
� Surah Yusuf ayat 12
Masin mengeluh? � Jom pergi mengaji.
Hukum mewarna rambut
Hukum mewarna rambut _UMalaysia 020410
Mewarnakan rambut diharuskan oleh Islam jika ia untuk tujuan yang baik. - Gambar hiasan.
________________________________________
Soalan 1:
Apakah hukum mewarnakan rambut mengunakan pewarna yang dinyatakan halal, walau pun bermacam-macam warna?
Jawapan:
Hukum mewarnakan rambut (sabgh al-sha'r) adalah harus kecuali mewarnakan rambut dengan warna hitam berdasarkan satu hadis riwayat Muslim, no. 2102: Ubahlah warna uban ini akan tetapi elakkanlah daripada warna hitam (menghitamkannya).
Warna hitam hanya diharuskan bagi mereka yang menghadapi penyakit beruban walaupun masih terlalu muda dan untuk muslihat perang. Namun mewarnakan rambut adalah makruh bagi golongan muda yang tidak bermasalah.
Pengecualian dikhaskan kepada para isteri yang berbuat demikian atas permintaan suami atau diizinkan oleh suami.
Hukum ini bertukar menjadi haram jika tiada tujuan tertentu seperti untuk suka-suka atau dengan niat yang bersalahan dengan panduan syarak seperti wanita yang berbuat begitu untuk menunjuk-nunjuk atau berhias-hias (tabarruj) mempamerkan rambut kepada bukan mahram dengan mengabaikan syariat menutup aurat dalam Islam.
Begitu juga jika bahan yang digunakan merosakkan rambut anugerah Allah kerana ia adalah amanah Allah yang 'dipinjamkan' kepada kita.
Apa yang penting bagi orang yang ingin mewarnakan rambut ialah bahan pewarna itu halal dan telap air seperti inai (ini jelas harus dan disebut di dalam hadis) kerana jika tidak telap air, wuduk anda dianggap tidak sah.
Mengikut Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM), dari segi ramuan pewarna rambut yang berada di pasaran kita terbahagi kepada dua jenis. Kedua-duanya adalah halal dari segi bahan kandungan tetapi satu telap air dan satu lagi tidak, maka perlulah dipastikan terlebih dahulu.
Pewarna rambut yang dipasarkan biasanya akan tertulis pada kotak permanent dye atau semi permanent dye.
Mengikut kajian, jenis yang semi-pamenent dye adalah jenis yang tidak menyerap air dan ia tidak boleh dipakai oleh orang Islam. Begitu juga sebaliknya.
Hakikatnya, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) tidak pernah mengeluarkan sijil halal untuk produk pewarna rambut kerana ia dikilangkan di luar negara. Secara teknikalnya, Jakim hanya mengeluarkan sijil halal untuk produk yang diproseskan di Malaysia sahaja.
Tiada keharusan ditemui untuk mewarnakan rambut pelbagai warna pada satu kepala (tamyish al-sha'r). Ada ulama menghukumkan haram kerana menyerupai budaya orang kafir.
Mewarnakan rambut diharuskan oleh Islam jika ia untuk tujuan yang baik. - Gambar hiasan.
________________________________________
Soalan 1:
Apakah hukum mewarnakan rambut mengunakan pewarna yang dinyatakan halal, walau pun bermacam-macam warna?
Jawapan:
Hukum mewarnakan rambut (sabgh al-sha'r) adalah harus kecuali mewarnakan rambut dengan warna hitam berdasarkan satu hadis riwayat Muslim, no. 2102: Ubahlah warna uban ini akan tetapi elakkanlah daripada warna hitam (menghitamkannya).
Warna hitam hanya diharuskan bagi mereka yang menghadapi penyakit beruban walaupun masih terlalu muda dan untuk muslihat perang. Namun mewarnakan rambut adalah makruh bagi golongan muda yang tidak bermasalah.
Pengecualian dikhaskan kepada para isteri yang berbuat demikian atas permintaan suami atau diizinkan oleh suami.
Hukum ini bertukar menjadi haram jika tiada tujuan tertentu seperti untuk suka-suka atau dengan niat yang bersalahan dengan panduan syarak seperti wanita yang berbuat begitu untuk menunjuk-nunjuk atau berhias-hias (tabarruj) mempamerkan rambut kepada bukan mahram dengan mengabaikan syariat menutup aurat dalam Islam.
Begitu juga jika bahan yang digunakan merosakkan rambut anugerah Allah kerana ia adalah amanah Allah yang 'dipinjamkan' kepada kita.
Apa yang penting bagi orang yang ingin mewarnakan rambut ialah bahan pewarna itu halal dan telap air seperti inai (ini jelas harus dan disebut di dalam hadis) kerana jika tidak telap air, wuduk anda dianggap tidak sah.
Mengikut Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM), dari segi ramuan pewarna rambut yang berada di pasaran kita terbahagi kepada dua jenis. Kedua-duanya adalah halal dari segi bahan kandungan tetapi satu telap air dan satu lagi tidak, maka perlulah dipastikan terlebih dahulu.
Pewarna rambut yang dipasarkan biasanya akan tertulis pada kotak permanent dye atau semi permanent dye.
Mengikut kajian, jenis yang semi-pamenent dye adalah jenis yang tidak menyerap air dan ia tidak boleh dipakai oleh orang Islam. Begitu juga sebaliknya.
Hakikatnya, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) tidak pernah mengeluarkan sijil halal untuk produk pewarna rambut kerana ia dikilangkan di luar negara. Secara teknikalnya, Jakim hanya mengeluarkan sijil halal untuk produk yang diproseskan di Malaysia sahaja.
Tiada keharusan ditemui untuk mewarnakan rambut pelbagai warna pada satu kepala (tamyish al-sha'r). Ada ulama menghukumkan haram kerana menyerupai budaya orang kafir.
Subscribe to:
Posts (Atom)