Pengertian PHP
PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain.
Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah forum (phpBB) dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain.
Sejarah PHP
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs Personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain
* Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
* Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
* Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
* Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
* PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.
Pengertian MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Relational Database Management System (RDBMS)
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.
Keistimewaan MySQL
MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2. Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
3. ‘Multiuser’. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
4. ‘Performance tuning’. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
5. Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
11. Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.
Kesinambungan antara PHP dan MySQL
Penggunaan PHP dan MySQL dapat menjadikan dan memudahkan untuk pembuatan aplikasi secara gratis dan stabil (dikarenakan banyak komunitas developer PHP dan MySQL yang ber-kontribusi terhadap bugs).
Kesimpulan
Kesimpulan kali ini hanya membahas Pengertian, Sejarah dan kelebihan (PHP dan MySQL) secara garis besar. Pada artikel selanjutnya (Part II), kita akan langsung terjun pada praktek penggunaan PHP dan MySQL.
Sumber2:
http://id.wikipedia.org/wiki/PHP
http://id.wikipedia.org/wiki/MySQL
Instalasi MediaWiki pada Ubuntu
MediaWiki adalah adalah sebuah paket perangkat lunak wiki yang menggunakan lisensi GNU General Public License. MediaWiki merupakan perangkat lunak yang dibuat secara khusus untuk Wikipedia dan proyek-proyek lainnya dari Yayasan Wikimedia, tetapi sekarang ini sudah digunakan secara luas.
MediaWiki dibuat dengan menggunakan PHP dengan texvc untuk proses render simbol-simbol matematika, dan menggunakan sistem manajemen basis data relasional MySQL. Logonya menyimbolkan bagaimana bahasa markahnya menggunakan kurung siku ganda ("[[","]]") untuk menggabungkan artikel-artikel. MediaWiki mampu untuk bekerjasama dengan perangkat lunak lainnya untuk meningkatkan unjukkerja dan kemampuannya antara lain dengan memcached, sebuah sistem squid cache dan TeX sebuah math rendering. Dengan menggunakan extension dan hook system, pengguna dapat menambahkan fitur-fitur yang mereka buat untuk digunakan di MediaWiki.
Pertama-tama yang perlu dilakukan untuk menginstal MediaWiki adalah dengan mempersiapkan environmentnya terlebih dahulu. Dalam hal ini, install Apache, Mysql dan PHP dengan perintah
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# apt-get install apache2 mysql-server libmysqlclient15-dev libphp-adodb libgd2-xpm libgd2-xpm-dev
php5-mysql php5-gd php5-curl php-image-graph php-image-canvas php-pear
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Siapkan database untuk MediaWiki, disini akan digunakan database dengan nama mediawiki, user database dengan nama mediawiki dan password untuk akses database adalah mediawiki. Perintah yang digunakan untuk mengkonfigurasi adalah
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# mysql -u root -p
Enter password: ******
mysql> create database mediawiki;
mysql> grant INSERT,SELECT on root.* to mediawiki@localhost;
mysql> grant CREATE, INSERT, SELECT, DELETE, UPDATE, DROP on mediawiki.* to mediawiki@localhost identified by 'mediawikipass';
mysql> grant CREATE, INSERT, SELECT, DELETE, UPDATE, DROP on mediawiki.* to mediawiki identified by 'mediawikipass';
mysql> exit
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Download aplikasi Mediawiki yang terbaru dari situs MediaWiki http://www.mediawiki.org. Lakukan perintah berikut untuk mengcopy dan mengextract source code pada folder Web,
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# cp -Rf mediawiki-1.13.2.tar.gz /var/www/
# cd /var/www
# tar zxvf mediawiki-1.13.2.tar.gz
# mv mediawiki-1.13.2 wiki
# chmod a+w wiki/config
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Versi MediaWiki yang digunakan adalah 1.13.2 pastikan untuk menggunakan yang terbaru.
Pastikan Apache Web Server telah terinstall & Restart
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# /etc/init.d/apache2 restart
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutkan proses konfigurasi media Wiki menggunakan browser dengan cara mengakses ke alamat,
-------------------------
http://localhost/wiki
-------------------------
Lakukan beberapa konfigurasi untuk Wiki yang akan kita operasikan. Beberapa parameter yang perlu di set adalah,
----------------------------------
Wiki Name
Contact e-mail
Language -> id
Admin Username -> admin
password ->
Confirm ->
----------------------------------
Database Type -> mysql
Database name -> mediawiki
DB username -> mediawiki
DB password -> mediawiki
DB pass Confirm -> mediawiki
Superuser -> root
Password ->
Database Prefix -> wiki_
----------------------------------
Setelah semua parameter selesai di konfigurasi kita dapat menginstalasi MediaWiki dengan menekan tombol Install MediaWiki
Terakhir, kita perlu mengcopykan file LocalSettings.php yang merupakan konfigurasi mediawiki ke folder root Wiki melalui perintah
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# cd /var/www/wiki/
# mv config/LocalSettings.php /var/www/wiki/
# chmod 600 /var/www/wiki/LocalSettings.php
----------------------------------------------------------------------------------------------------
MediaWiki dapat di akses menggunakan browser dengan mengakses alamat
------------------------
http://localhost/wiki-
-----------------------
MediaWiki dibuat dengan menggunakan PHP dengan texvc untuk proses render simbol-simbol matematika, dan menggunakan sistem manajemen basis data relasional MySQL. Logonya menyimbolkan bagaimana bahasa markahnya menggunakan kurung siku ganda ("[[","]]") untuk menggabungkan artikel-artikel. MediaWiki mampu untuk bekerjasama dengan perangkat lunak lainnya untuk meningkatkan unjukkerja dan kemampuannya antara lain dengan memcached, sebuah sistem squid cache dan TeX sebuah math rendering. Dengan menggunakan extension dan hook system, pengguna dapat menambahkan fitur-fitur yang mereka buat untuk digunakan di MediaWiki.
Pertama-tama yang perlu dilakukan untuk menginstal MediaWiki adalah dengan mempersiapkan environmentnya terlebih dahulu. Dalam hal ini, install Apache, Mysql dan PHP dengan perintah
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# apt-get install apache2 mysql-server libmysqlclient15-dev libphp-adodb libgd2-xpm libgd2-xpm-dev
php5-mysql php5-gd php5-curl php-image-graph php-image-canvas php-pear
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Siapkan database untuk MediaWiki, disini akan digunakan database dengan nama mediawiki, user database dengan nama mediawiki dan password untuk akses database adalah mediawiki. Perintah yang digunakan untuk mengkonfigurasi adalah
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# mysql -u root -p
Enter password: ******
mysql> create database mediawiki;
mysql> grant INSERT,SELECT on root.* to mediawiki@localhost;
mysql> grant CREATE, INSERT, SELECT, DELETE, UPDATE, DROP on mediawiki.* to mediawiki@localhost identified by 'mediawikipass';
mysql> grant CREATE, INSERT, SELECT, DELETE, UPDATE, DROP on mediawiki.* to mediawiki identified by 'mediawikipass';
mysql> exit
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Download aplikasi Mediawiki yang terbaru dari situs MediaWiki http://www.mediawiki.org. Lakukan perintah berikut untuk mengcopy dan mengextract source code pada folder Web,
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# cp -Rf mediawiki-1.13.2.tar.gz /var/www/
# cd /var/www
# tar zxvf mediawiki-1.13.2.tar.gz
# mv mediawiki-1.13.2 wiki
# chmod a+w wiki/config
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Versi MediaWiki yang digunakan adalah 1.13.2 pastikan untuk menggunakan yang terbaru.
Pastikan Apache Web Server telah terinstall & Restart
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# /etc/init.d/apache2 restart
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutkan proses konfigurasi media Wiki menggunakan browser dengan cara mengakses ke alamat,
-------------------------
http://localhost/wiki
-------------------------
Lakukan beberapa konfigurasi untuk Wiki yang akan kita operasikan. Beberapa parameter yang perlu di set adalah,
----------------------------------
Wiki Name
Contact e-mail
Language -> id
Admin Username -> admin
password ->
Confirm ->
----------------------------------
Database Type -> mysql
Database name -> mediawiki
DB username -> mediawiki
DB password -> mediawiki
DB pass Confirm -> mediawiki
Superuser -> root
Password ->
Database Prefix -> wiki_
----------------------------------
Setelah semua parameter selesai di konfigurasi kita dapat menginstalasi MediaWiki dengan menekan tombol Install MediaWiki
Terakhir, kita perlu mengcopykan file LocalSettings.php yang merupakan konfigurasi mediawiki ke folder root Wiki melalui perintah
----------------------------------------------------------------------------------------------------
# cd /var/www/wiki/
# mv config/LocalSettings.php /var/www/wiki/
# chmod 600 /var/www/wiki/LocalSettings.php
----------------------------------------------------------------------------------------------------
MediaWiki dapat di akses menggunakan browser dengan mengakses alamat
------------------------
http://localhost/wiki-
-----------------------
Fitur-Fitur MediaWiki
MediaWiki adalah sebuah paket perangkat lunak wiki yang menggunakan lisensi GNU General Public License. MediaWiki merupakan perangkat lunak yang dibuat secara khusus untuk Wikipedia dan proyek-proyek lainnya dari Yayasan Wikimedia, tetapi sekarang ini sudah digunakan secara luas.
MediaWiki dibuat dengan menggunakan PHP dengan texvc untuk proses render simbol-simbol matematika, dan menggunakan sistem manajemen basis data relasional MySQL. Logonya menyimbolkan bagaimana bahasa markahnya menggunakan kurung siku ganda (“[[","]]”) untuk menggabungkan artikel-artikel. MediaWiki mampu untuk bekerjasama dengan perangkat lunak lainnya untuk meningkatkan unjukkerja dan kemampuannya antara lain dengan memcached, sebuah sistem squid cache dan TeX sebuah math rendering. Dengan menggunakan extension dan hook system, pengguna dapat menambahkan fitur-fitur yang mereka buat untuk digunakan di MediaWiki.
Dengan EasyPHP di komputer, MediaWiki dapat dipasang dengan langkah-langkah mudah sebagai berikut:
1. Unduh berkas mediawiki-1.12.0.tar (sekitar 7 MB).
2. Ekstrak berkas tersebut sebagai folder mediawiki-1.x.x beserta berkas-berkasnya (sekitar 24 MB) pada folder www tempat pemasangan EasyPHP. Misalnya di C:\Program Files\EasyPHP\www.
3. Ubah nama folder tersebut menjadi nama yang diinginkan.
4. Klik kanan ikon EasyPHP, kemudian pilih Web Lokal.
5. Klik (nama folder MediaWiki)/ pada web browser, sehingga web browser akan menuju ke alamat:
* (alamat ip)/(nama folder MediaWiki)
6. Pada halaman tersebut, klik set up the wiki, web browser akan menuju ke halaman penginstalan yang beralamat di:
* (alamat ip)/(nama folder MediaWiki)/config/index.php (MediaWiki 1.12.0 Installation)
7. Pada halaman tersebut, berikan data-data yang diperlukan sebagai berikut:
Konfigurasi
Site config
1. Wiki name, jangan:
* dikosongkan,
* MediaWiki,
* memakai karakter #.
2. Contact e-mail, default: admin@localhost. Ganti jika perlu.
3. Language, default en – English. Dapat dipilih id – Bahasa Indonesia.
4. Copyright/license, default: No licence metadata. Ganti pilihan jika perlu.
5. admin user, default: WikiSysop. Ganti jika perlu.
6. Password dan Password confirm. Isilah dengan isian yang sama, tidak dapat dikosongkan.
7. Object caching, default: No caching. Ganti pilihan jika paham dengan Memcached, sehingga harus mengisi isian berikutnya, Memcached servers.
E-mail, e-mail notification and authentication setup
* Ada empat konfigurasi yang dapat diatur di bagian ini. Silakan atur sesuai kebutuhan. Untuk penggunaan offline, pilih saja Disabled untuk keempat konfigurasi.
Database config
1. Database type hanya ada satu pilihan MySQL. Ya sudah, lah.
2. Database host, default localhost. Tidak perlu mengganti, kecuali ada perubahan database host dari localhost ke nama yang lain.
3. Database name, default wikidb. Ganti jika perlu.
4. DB username, default wikiuser. Ganti jika perlu.
5. DB password dan DB password confirm. Isilah dengan isian yang sama, tidak dapat dikosongkan.
6. Superuser account. Beri tanda centang pada Use superuser account.
7. Superuser name, default root. Tidak perlu mengganti.
8. Superuser password, default kosong. Tidak perlu diisi jika tidak ada perubahan konfigurasi EasyPHP. Ingat, default konfigurasi EasyPHP untuk root adalah tanpa password.
9. Database table prefix. Isi jika perlu. Sebaiknya tidak usah diisi.
10. Storage engine. Ada dua pilihan:
* InnoDB, pilihan terbaik untuk penginstalan web publik. Sebaiknya pilih ini.
* MyISAM, lebih cepat pada penginstalan pribadi. Namun lebih sering rusak daripada database InnoDB.
11. Database character set. Default Backwards-compatible UTF-8. Sebaiknya tidak usah mengganti pilihan.
Pemasangan
1. Klik tombol [Install MediaWiki!], akan ada halaman dengan pesan Checking environment…. Tunggu sebentar bebeberapa detik. Jika pemasangan berhasil, akan ada pesan Installation successful! pada halaman tersebut.
2. Pindahlah berkas LocalSettings.php dari folder config ke folder tempat mediawiki.
3. Klik this link pada halaman tersebut
4. Jika berhasil, browser akan menuju ke alamat:
* (alamat ip)/(nama folder MediaWiki)/index.php/Halaman_Utama (untuk pilihan bahasa antarmuka Bahasa Indonesia)
Sumber: http://id.wikibooks.org/wiki/Cara_Mudah_Memasang_MediaWiki_dan_WordPress
Fitur – Fitur MediaWiki :
Multimedia dan ekstensi
* Fitur meng-upload file untuk meng-upload gambar atau file suara, lihat Istimewa: Upload untuk melihat di operasi, dan Meng-upload file untuk deskripsi. Upload file tercantum pada Perubahan Terkini dan mereka juga log on Special: Log / upload.
* Rumus matematika menggunakan sintaks LaTeX: lihat texvc
* Resize otomatis foto menggunakan ImageMagick atau libgd, sintaks sederhana untuk keterangan gambar dan gambar keselarasan
* WikiHiero untuk Hieroglip Mesir (kebutuhan komponen diinstal terpisah)
* EasyTimeline untuk waktu grafik (kebutuhan komponen diinstal terpisah)
(more…)
Incoming search terms for the article:
* mediawiki
* artikel perubahan menggunakan java script
* javascript di mediawiki
* langkah2 menjalankan easyphp
* media wiki
* mediawiki menampilkan artikel terbaru
* menampilkan ketegori mediawiki
* mengatasi pesan no license daftar domain
* rumus laporan sintak dalam 1 halaman dengan php
* simbol koreksi penyuntingan
MediaWiki dibuat dengan menggunakan PHP dengan texvc untuk proses render simbol-simbol matematika, dan menggunakan sistem manajemen basis data relasional MySQL. Logonya menyimbolkan bagaimana bahasa markahnya menggunakan kurung siku ganda (“[[","]]”) untuk menggabungkan artikel-artikel. MediaWiki mampu untuk bekerjasama dengan perangkat lunak lainnya untuk meningkatkan unjukkerja dan kemampuannya antara lain dengan memcached, sebuah sistem squid cache dan TeX sebuah math rendering. Dengan menggunakan extension dan hook system, pengguna dapat menambahkan fitur-fitur yang mereka buat untuk digunakan di MediaWiki.
Dengan EasyPHP di komputer, MediaWiki dapat dipasang dengan langkah-langkah mudah sebagai berikut:
1. Unduh berkas mediawiki-1.12.0.tar (sekitar 7 MB).
2. Ekstrak berkas tersebut sebagai folder mediawiki-1.x.x beserta berkas-berkasnya (sekitar 24 MB) pada folder www tempat pemasangan EasyPHP. Misalnya di C:\Program Files\EasyPHP\www.
3. Ubah nama folder tersebut menjadi nama yang diinginkan.
4. Klik kanan ikon EasyPHP, kemudian pilih Web Lokal.
5. Klik (nama folder MediaWiki)/ pada web browser, sehingga web browser akan menuju ke alamat:
* (alamat ip)/(nama folder MediaWiki)
6. Pada halaman tersebut, klik set up the wiki, web browser akan menuju ke halaman penginstalan yang beralamat di:
* (alamat ip)/(nama folder MediaWiki)/config/index.php (MediaWiki 1.12.0 Installation)
7. Pada halaman tersebut, berikan data-data yang diperlukan sebagai berikut:
Konfigurasi
Site config
1. Wiki name, jangan:
* dikosongkan,
* MediaWiki,
* memakai karakter #.
2. Contact e-mail, default: admin@localhost. Ganti jika perlu.
3. Language, default en – English. Dapat dipilih id – Bahasa Indonesia.
4. Copyright/license, default: No licence metadata. Ganti pilihan jika perlu.
5. admin user, default: WikiSysop. Ganti jika perlu.
6. Password dan Password confirm. Isilah dengan isian yang sama, tidak dapat dikosongkan.
7. Object caching, default: No caching. Ganti pilihan jika paham dengan Memcached, sehingga harus mengisi isian berikutnya, Memcached servers.
E-mail, e-mail notification and authentication setup
* Ada empat konfigurasi yang dapat diatur di bagian ini. Silakan atur sesuai kebutuhan. Untuk penggunaan offline, pilih saja Disabled untuk keempat konfigurasi.
Database config
1. Database type hanya ada satu pilihan MySQL. Ya sudah, lah.
2. Database host, default localhost. Tidak perlu mengganti, kecuali ada perubahan database host dari localhost ke nama yang lain.
3. Database name, default wikidb. Ganti jika perlu.
4. DB username, default wikiuser. Ganti jika perlu.
5. DB password dan DB password confirm. Isilah dengan isian yang sama, tidak dapat dikosongkan.
6. Superuser account. Beri tanda centang pada Use superuser account.
7. Superuser name, default root. Tidak perlu mengganti.
8. Superuser password, default kosong. Tidak perlu diisi jika tidak ada perubahan konfigurasi EasyPHP. Ingat, default konfigurasi EasyPHP untuk root adalah tanpa password.
9. Database table prefix. Isi jika perlu. Sebaiknya tidak usah diisi.
10. Storage engine. Ada dua pilihan:
* InnoDB, pilihan terbaik untuk penginstalan web publik. Sebaiknya pilih ini.
* MyISAM, lebih cepat pada penginstalan pribadi. Namun lebih sering rusak daripada database InnoDB.
11. Database character set. Default Backwards-compatible UTF-8. Sebaiknya tidak usah mengganti pilihan.
Pemasangan
1. Klik tombol [Install MediaWiki!], akan ada halaman dengan pesan Checking environment…. Tunggu sebentar bebeberapa detik. Jika pemasangan berhasil, akan ada pesan Installation successful! pada halaman tersebut.
2. Pindahlah berkas LocalSettings.php dari folder config ke folder tempat mediawiki.
3. Klik this link pada halaman tersebut
4. Jika berhasil, browser akan menuju ke alamat:
* (alamat ip)/(nama folder MediaWiki)/index.php/Halaman_Utama (untuk pilihan bahasa antarmuka Bahasa Indonesia)
Sumber: http://id.wikibooks.org/wiki/Cara_Mudah_Memasang_MediaWiki_dan_WordPress
Fitur – Fitur MediaWiki :
Multimedia dan ekstensi
* Fitur meng-upload file untuk meng-upload gambar atau file suara, lihat Istimewa: Upload untuk melihat di operasi, dan Meng-upload file untuk deskripsi. Upload file tercantum pada Perubahan Terkini dan mereka juga log on Special: Log / upload.
* Rumus matematika menggunakan sintaks LaTeX: lihat texvc
* Resize otomatis foto menggunakan ImageMagick atau libgd, sintaks sederhana untuk keterangan gambar dan gambar keselarasan
* WikiHiero untuk Hieroglip Mesir (kebutuhan komponen diinstal terpisah)
* EasyTimeline untuk waktu grafik (kebutuhan komponen diinstal terpisah)
(more…)
Incoming search terms for the article:
* mediawiki
* artikel perubahan menggunakan java script
* javascript di mediawiki
* langkah2 menjalankan easyphp
* media wiki
* mediawiki menampilkan artikel terbaru
* menampilkan ketegori mediawiki
* mengatasi pesan no license daftar domain
* rumus laporan sintak dalam 1 halaman dengan php
* simbol koreksi penyuntingan
CakePHP vs. Ruby On Rails – A Very Bias Look at Why I Choose CakePHP
First of let me state that this post is very bias towards CakePHP. Truth be told, I haven’t even installed or used Ruby on Rails. The closest I’ve come is looking at various code snippets I’ve found around. With that said, you may want to stop reading now.
These arguments are not based on hard facts, since I haven’t done much research on the matter. A lot of them come from a post at Clickable Bliss discussing the PHP vs. Ruby On Rails Issue.
1.
Steep Learning Curve – Laziness
One thing I really hate is learning stuff. It is especially bothersome when you’re trying to crank out a project or web application in a limited amount of time.
With CakePHP I’m required to learn about the MVC style of development as well as CakePHP conventions.
With Ruby on Rails, I would have to learn MVC, Ruby on Rails conventions and I would have to start from scratch with the Ruby programming language as well.
A lot of developers adopt the Programming Is Programming philosophy. They say that coding concepts are standard across the board; You’ve seen one language, you’ve seem em’ all!
That may be true in general, but there was no way I was going to learn an entirely new language on the eve of project development. I’ve been meddling with PHP on and off for years now, so I feel more comfortable in the environment.
2.
Setup and Deployment – More Laziness
With CakePHP, I know I could boot up my PC download and install WAMP and be done with it. If I wasn’t home and only had my USB Disk, XAMPP Lite would serve just as well. I dump the CakePHP code into a folder, tweak my config file and I’m good to go.
With RoR, the preferred method is downloading and installing Ruby, then installing MySQL, then installing Rails, then configuring with your web server (if you have one). You could also go the LAMP route with InstantRails, but this is less flexible.
Deploying to customers is usually a breeze. Change the config file to point to a different database, maybe change some .htaccess files, then copy and paste. It doesn’t get much simpler. With RoR, who knows what’s involved?
3.
Shared Host Support – I’m Just Cheap Like That
This, by far, was my major turn off to Ruby On Rails. When it first hit the scene, none of the hosts that I used supported RoR. Back in the day, you would need a dedicated server to use RoR effectively.
This wasn’t going to fly for me. I don’t do Web Development for my health or for fun. I design web applications for clients. A lot of my work involves redesign of already existing sites. How do I say to a client: Hey, although your current web host that you’ve prepaid a year for is sufficient for 90% or the stuff you can throw at it, I’m using this new technology and you need to shell out some more $$$ for a host that can handle it.
PHP hosts are a dime a dozen. 98% (again not a hard fact, but an educated guess) of hosts that you pay for will offer at least PHP 4. Although more and more shared hosts, like Dreamhost, are supporting Ruby on Rails, they were quite scarce back when I had to make my choice of frameworks.
4.
Speed
This is going to be a touchy subject. But let me just blurt out what I’ve read: Ruby on Rails is inherently slow. There, I said it. It’s not its fault, it was created that way by design.
Because everything in RoR is an object, it has to be instantiated, which takes up CPU time and memory. Even empty objects. With PHP and empty array is a memory address, that’s it. Although CakePHP does support OOP using PHP5, most of CakePHP’s data manipulation is still heavily array based.
There are steps you can take to speed up RoR. Running it using Fast CGI is one option. But again we get to the point of what is a available on shared hosts. Even on dedicated hosts performance is a problem. The RoR community has taken the Throw More Hardware At It defense, but everyone doesn’t have that options. They are quite vested in Moore’s Law, which basically states that hardware performance will continue to increase exponentially, due to increases in technology.
Even one of the developers of Twitter (huge RoR application) has expressed concern about RoR’s performance. For the rest of us of us on shared hosts or who write small/medium sized applications for clients on shared hosts, Fast CGI (if not already installed) and adding a faster CPU are luxuries that we simply do not have. I would also remind you that even Mr. Moore himself stated that the law “can’t continue forever”. There’s going to be a point when things get down the atomic sizes, then what? But anyway, that’s a whole other discussion.
My point is, I write efficient code when I can. Other times I write “get it done” code. I can’t afford to my framework to slow me down even more than I’m going slow down myself. With these memory and CPU issues, I even wonder how shared hosts are able to provide RoR services to all their customers.
5.
Object Oriented Programming
Rails is all about OOP, from head to toe. Most times, that’s a good thing.
There’s not much to say about this in CakePHP’s defense. Because the decision was made to support PHP4, the full power of OOP cannot be exploited. However, there are a few things to keep in mind. PHP4 development is officially dead, PHP6 is around the corner, and CakePHP is still at version 1. The future holds exponential growth for CakePHP.
Me personally, I don’t really care. CakePHP gets the job done for me, that’s all I ask.
6.
Documentation
Fair is fair. Here, I concede. Rails has some great online documentation and even a great book out there.
The CakePHP community lacks documentation in a major way. One of the major reasons for this is that the project is still growing so rapidly that documentation would actually hurt for two reasons: It would slow down the developers and in five (5) months it might be obsolete. Right now, we are left to hunt and peck through the API to determine how to do things or ask around in the CakePHP Group.
As development slows down a big, the documentation will evolve. I’m gonna go out on a limb here and predict that by CakePHP 1.5, we should have some solid documentation out there. By version 2.0 we should have a book.
It’s important to note that when it comes to decisions like these, I am in no way loyal (Sorry guys). I usually vote for whatever is going to create less work for me. So far, CakePHP has been leading the forefront in “Making Less Work For Baz” so it’s two thumbs up.
These arguments are not based on hard facts, since I haven’t done much research on the matter. A lot of them come from a post at Clickable Bliss discussing the PHP vs. Ruby On Rails Issue.
1.
Steep Learning Curve – Laziness
One thing I really hate is learning stuff. It is especially bothersome when you’re trying to crank out a project or web application in a limited amount of time.
With CakePHP I’m required to learn about the MVC style of development as well as CakePHP conventions.
With Ruby on Rails, I would have to learn MVC, Ruby on Rails conventions and I would have to start from scratch with the Ruby programming language as well.
A lot of developers adopt the Programming Is Programming philosophy. They say that coding concepts are standard across the board; You’ve seen one language, you’ve seem em’ all!
That may be true in general, but there was no way I was going to learn an entirely new language on the eve of project development. I’ve been meddling with PHP on and off for years now, so I feel more comfortable in the environment.
2.
Setup and Deployment – More Laziness
With CakePHP, I know I could boot up my PC download and install WAMP and be done with it. If I wasn’t home and only had my USB Disk, XAMPP Lite would serve just as well. I dump the CakePHP code into a folder, tweak my config file and I’m good to go.
With RoR, the preferred method is downloading and installing Ruby, then installing MySQL, then installing Rails, then configuring with your web server (if you have one). You could also go the LAMP route with InstantRails, but this is less flexible.
Deploying to customers is usually a breeze. Change the config file to point to a different database, maybe change some .htaccess files, then copy and paste. It doesn’t get much simpler. With RoR, who knows what’s involved?
3.
Shared Host Support – I’m Just Cheap Like That
This, by far, was my major turn off to Ruby On Rails. When it first hit the scene, none of the hosts that I used supported RoR. Back in the day, you would need a dedicated server to use RoR effectively.
This wasn’t going to fly for me. I don’t do Web Development for my health or for fun. I design web applications for clients. A lot of my work involves redesign of already existing sites. How do I say to a client: Hey, although your current web host that you’ve prepaid a year for is sufficient for 90% or the stuff you can throw at it, I’m using this new technology and you need to shell out some more $$$ for a host that can handle it.
PHP hosts are a dime a dozen. 98% (again not a hard fact, but an educated guess) of hosts that you pay for will offer at least PHP 4. Although more and more shared hosts, like Dreamhost, are supporting Ruby on Rails, they were quite scarce back when I had to make my choice of frameworks.
4.
Speed
This is going to be a touchy subject. But let me just blurt out what I’ve read: Ruby on Rails is inherently slow. There, I said it. It’s not its fault, it was created that way by design.
Because everything in RoR is an object, it has to be instantiated, which takes up CPU time and memory. Even empty objects. With PHP and empty array is a memory address, that’s it. Although CakePHP does support OOP using PHP5, most of CakePHP’s data manipulation is still heavily array based.
There are steps you can take to speed up RoR. Running it using Fast CGI is one option. But again we get to the point of what is a available on shared hosts. Even on dedicated hosts performance is a problem. The RoR community has taken the Throw More Hardware At It defense, but everyone doesn’t have that options. They are quite vested in Moore’s Law, which basically states that hardware performance will continue to increase exponentially, due to increases in technology.
Even one of the developers of Twitter (huge RoR application) has expressed concern about RoR’s performance. For the rest of us of us on shared hosts or who write small/medium sized applications for clients on shared hosts, Fast CGI (if not already installed) and adding a faster CPU are luxuries that we simply do not have. I would also remind you that even Mr. Moore himself stated that the law “can’t continue forever”. There’s going to be a point when things get down the atomic sizes, then what? But anyway, that’s a whole other discussion.
My point is, I write efficient code when I can. Other times I write “get it done” code. I can’t afford to my framework to slow me down even more than I’m going slow down myself. With these memory and CPU issues, I even wonder how shared hosts are able to provide RoR services to all their customers.
5.
Object Oriented Programming
Rails is all about OOP, from head to toe. Most times, that’s a good thing.
There’s not much to say about this in CakePHP’s defense. Because the decision was made to support PHP4, the full power of OOP cannot be exploited. However, there are a few things to keep in mind. PHP4 development is officially dead, PHP6 is around the corner, and CakePHP is still at version 1. The future holds exponential growth for CakePHP.
Me personally, I don’t really care. CakePHP gets the job done for me, that’s all I ask.
6.
Documentation
Fair is fair. Here, I concede. Rails has some great online documentation and even a great book out there.
The CakePHP community lacks documentation in a major way. One of the major reasons for this is that the project is still growing so rapidly that documentation would actually hurt for two reasons: It would slow down the developers and in five (5) months it might be obsolete. Right now, we are left to hunt and peck through the API to determine how to do things or ask around in the CakePHP Group.
As development slows down a big, the documentation will evolve. I’m gonna go out on a limb here and predict that by CakePHP 1.5, we should have some solid documentation out there. By version 2.0 we should have a book.
It’s important to note that when it comes to decisions like these, I am in no way loyal (Sorry guys). I usually vote for whatever is going to create less work for me. So far, CakePHP has been leading the forefront in “Making Less Work For Baz” so it’s two thumbs up.
8 Tips Mengatasi Stress di Tempat Kerja
Stress adalah keadaan jiwa kacau yang paling popular di masa ini. Cuba kita sering berjumpa banyak orang yang mengatakan bahwa mereka sedang mengalami stress atau mungkin anda sendiri sedang mengalaminya?
Stress bukan suatu penyakit, tetapi sekiranya kita tidak dapat mengatasinya dalam waktu tertentu, kita akan terkena banyak masalah kemurungan dan kesihatan.
Beberapa perkara utama yang dapat menyebabkan stress di tempat kerja :
* Situasi kerja yang selalu berada di bawah tekanan
* Ketidakjelasan semasa tugas/kerja yang diberikan oleh ketua
* Permintaan barang yang sangat tinggi
* Kurangnya perancangan kerja
* Kurang kerjasama di kalangan rakan sekerja
* Maki hamun dari pelangan/orang awam di kaunter
* Teman kerja yang selalu mengganggu
* Ketidakselesaan infrastruktur tempat kerja
* Tiada penambahbaikan untuk mengatasi masalah-masalah diatas.
Berikut adalah 8 tips mengatasi stress di tempat kerja :
1. Merancang aktiviti dengan baik : apa, mengapa, bagaimana, bila dan siapa yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas. Penting sekali untuk membuat perancangan bukan hanya jangka panjang tetapi juga jangka pendek (rancangan tahunan, rancangan bulanan, rencana harian).
2. Pastinya kita menyelesaikan masalah terdahulu, jangan dibiarkan sehingga ia bertambah dan menjadi bebab kepada kita.
3. Tingkatkanlan suasana kerja yang menyenangkan, iaitu dengan bersikap terbuka dan berkomunikasi dengan sesama rakan sekerja dengan baik.
4. Pastikan kita faham terhadap tugas yang dipertanggungjawab terhadap kita, serta jangan ragu untuk bertanya.
5. Miliki sikap toleransi kepada sesama rakan kerja. Ingatlah bahwa masing-masing orang adalah pribadi yang berbeza, sebagai contoh : beberapa orang mampu berprestasi lebih baik di bawah tekanan sementara sebagian yang lain memerluka waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaannya.
6. Agihkan tugas/tanggungjawab kepada anak buah supaya mereka merasakan suasana kerja berkumpulam.
7. Pertahankan semangat bekerja berkumpulan, misalnya dengan merancang Hari Keluarga bersama rakan sekerja.
8. Binakan suasana kerja yang mesra dan harmoni
Stress bukan suatu penyakit, tetapi sekiranya kita tidak dapat mengatasinya dalam waktu tertentu, kita akan terkena banyak masalah kemurungan dan kesihatan.
Beberapa perkara utama yang dapat menyebabkan stress di tempat kerja :
* Situasi kerja yang selalu berada di bawah tekanan
* Ketidakjelasan semasa tugas/kerja yang diberikan oleh ketua
* Permintaan barang yang sangat tinggi
* Kurangnya perancangan kerja
* Kurang kerjasama di kalangan rakan sekerja
* Maki hamun dari pelangan/orang awam di kaunter
* Teman kerja yang selalu mengganggu
* Ketidakselesaan infrastruktur tempat kerja
* Tiada penambahbaikan untuk mengatasi masalah-masalah diatas.
Berikut adalah 8 tips mengatasi stress di tempat kerja :
1. Merancang aktiviti dengan baik : apa, mengapa, bagaimana, bila dan siapa yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas. Penting sekali untuk membuat perancangan bukan hanya jangka panjang tetapi juga jangka pendek (rancangan tahunan, rancangan bulanan, rencana harian).
2. Pastinya kita menyelesaikan masalah terdahulu, jangan dibiarkan sehingga ia bertambah dan menjadi bebab kepada kita.
3. Tingkatkanlan suasana kerja yang menyenangkan, iaitu dengan bersikap terbuka dan berkomunikasi dengan sesama rakan sekerja dengan baik.
4. Pastikan kita faham terhadap tugas yang dipertanggungjawab terhadap kita, serta jangan ragu untuk bertanya.
5. Miliki sikap toleransi kepada sesama rakan kerja. Ingatlah bahwa masing-masing orang adalah pribadi yang berbeza, sebagai contoh : beberapa orang mampu berprestasi lebih baik di bawah tekanan sementara sebagian yang lain memerluka waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaannya.
6. Agihkan tugas/tanggungjawab kepada anak buah supaya mereka merasakan suasana kerja berkumpulam.
7. Pertahankan semangat bekerja berkumpulan, misalnya dengan merancang Hari Keluarga bersama rakan sekerja.
8. Binakan suasana kerja yang mesra dan harmoni
error time zone in JOOmla
here is something wrong with the code itself.
Go to C:\xampp\htdocs\libraries\joomla\utilities\date.php
Line 52 creates a function called __construct. Notice how the underscore is too long. Highlight part of it and you'll see that it's actually two underscores. This is a mistake. Highlight one of the underscores and delete it. You should end up with _construct. Notice how the underscore is shorter?
Now save and reload.
Happy coding!!!
Go to C:\xampp\htdocs\libraries\joomla\utilities\date.php
Line 52 creates a function called __construct. Notice how the underscore is too long. Highlight part of it and you'll see that it's actually two underscores. This is a mistake. Highlight one of the underscores and delete it. You should end up with _construct. Notice how the underscore is shorter?
Now save and reload.
Happy coding!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)